<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>DETA</title>
	<atom:link href="http://detademak.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://detademak.wordpress.com</link>
	<description>Always Learning, Always Sharing</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 May 2010 22:59:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='detademak.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/59b7aa75434fdd7ce0902acc5cfbd346?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>DETA</title>
		<link>http://detademak.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://detademak.wordpress.com/osd.xml" title="DETA" />
	<atom:link rel='hub' href='http://detademak.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>DETA  Selenggarakan Diklat Penyusunan Bahan Ajar Bahasa Inggris</title>
		<link>http://detademak.wordpress.com/2010/05/10/deta-selenggarakan-diklat-penyusunan-bahan-ajar-bahasa-inggris/</link>
		<comments>http://detademak.wordpress.com/2010/05/10/deta-selenggarakan-diklat-penyusunan-bahan-ajar-bahasa-inggris/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 22:48:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>detademak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://detademak.wordpress.com/?p=338</guid>
		<description><![CDATA[Sebanyak 65 Bapak/Ibu Guru dari sejumlah MTs Negeri dan Swasta se-Kabupaten Demak mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Penyusunan Bahan Ajar Bahasa Inggris pada tanggal 9 Mei 2010 yang diselenggarakan Demak English Teacher Association (DETA). Acara Diklat ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru Bahasa Inggris dalam mempersiapkan pembelajaran di kelas khususnya bahan ajar sehingga dapat membangun komunikasi pembelajaran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=detademak.wordpress.com&amp;blog=8761971&amp;post=338&amp;subd=detademak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<a href='http://detademak.wordpress.com/2010/05/10/deta-selenggarakan-diklat-penyusunan-bahan-ajar-bahasa-inggris/dsc08073/' title='DSC08073'><img data-attachment-id='339' data-orig-size='3072,2304' data-liked='0'width="150" height="112" src="http://detademak.files.wordpress.com/2010/05/dsc08073.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="DSC08073" title="DSC08073" /></a>
<a href='http://detademak.wordpress.com/2010/05/10/deta-selenggarakan-diklat-penyusunan-bahan-ajar-bahasa-inggris/dsc08031/' title='DSC08031'><img data-attachment-id='340' data-orig-size='3072,2304' data-liked='0'width="150" height="112" src="http://detademak.files.wordpress.com/2010/05/dsc08031.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="DSC08031" title="DSC08031" /></a>
<a href='http://detademak.wordpress.com/2010/05/10/deta-selenggarakan-diklat-penyusunan-bahan-ajar-bahasa-inggris/dsc08040/' title='DSC08040'><img data-attachment-id='341' data-orig-size='3072,2304' data-liked='0'width="150" height="112" src="http://detademak.files.wordpress.com/2010/05/dsc08040.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="DSC08040" title="DSC08040" /></a>
<a href='http://detademak.wordpress.com/2010/05/10/deta-selenggarakan-diklat-penyusunan-bahan-ajar-bahasa-inggris/dsc08050/' title='DSC08050'><img data-attachment-id='342' data-orig-size='3072,2304' data-liked='0'width="150" height="112" src="http://detademak.files.wordpress.com/2010/05/dsc08050.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="DSC08050" title="DSC08050" /></a>
<a href='http://detademak.wordpress.com/2010/05/10/deta-selenggarakan-diklat-penyusunan-bahan-ajar-bahasa-inggris/dsc08064/' title='DSC08064'><img data-attachment-id='343' data-orig-size='3072,2304' data-liked='0'width="150" height="112" src="http://detademak.files.wordpress.com/2010/05/dsc08064.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="DSC08064" title="DSC08064" /></a>
<a href='http://detademak.wordpress.com/2010/05/10/deta-selenggarakan-diklat-penyusunan-bahan-ajar-bahasa-inggris/dsc08065/' title='DSC08065'><img data-attachment-id='344' data-orig-size='3072,2304' data-liked='0'width="150" height="112" src="http://detademak.files.wordpress.com/2010/05/dsc08065.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="DSC08065" title="DSC08065" /></a>
<a href='http://detademak.wordpress.com/2010/05/10/deta-selenggarakan-diklat-penyusunan-bahan-ajar-bahasa-inggris/dsc08068/' title='DSC08068'><img data-attachment-id='345' data-orig-size='3072,2304' data-liked='0'width="150" height="112" src="http://detademak.files.wordpress.com/2010/05/dsc08068.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="DSC08068" title="DSC08068" /></a>
<a href='http://detademak.wordpress.com/2010/05/10/deta-selenggarakan-diklat-penyusunan-bahan-ajar-bahasa-inggris/dsc08067/' title='DSC08067'><img data-attachment-id='348' data-orig-size='3072,2304' data-liked='0'width="150" height="112" src="http://detademak.files.wordpress.com/2010/05/dsc08067.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="DSC08067" title="DSC08067" /></a>
<a href='http://detademak.wordpress.com/2010/05/10/deta-selenggarakan-diklat-penyusunan-bahan-ajar-bahasa-inggris/dsc08066/' title='DSC08066'><img data-attachment-id='349' data-orig-size='3072,2304' data-liked='0'width="150" height="112" src="http://detademak.files.wordpress.com/2010/05/dsc08066.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="DSC08066" title="DSC08066" /></a>

<p>Sebanyak 65 Bapak/Ibu Guru dari sejumlah MTs Negeri dan Swasta se-Kabupaten Demak mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Penyusunan Bahan Ajar Bahasa Inggris pada tanggal 9 Mei 2010 yang diselenggarakan Demak English Teacher Association (DETA). </p>
<p>Acara Diklat ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru Bahasa Inggris dalam mempersiapkan pembelajaran di kelas khususnya bahan ajar sehingga dapat membangun komunikasi pembelajaran yang efektif antara guru dengan peserta didik, yang sesuai  dengan tuntutan kurikulum serta karakteristik dan lingkungan sosial peserta didik MTs se-Kabupaten Demak.</p>
<p>Menurut ketua panitia penyelenggra, Safiuddin, M.Pd, bahwa  kegiatan diklat ini merupakan  yang kesekian kalinya, hanya diklat kali ini diperuntukkan bagi guru-guru Bahasa Inggris MTs se-Kabupaten Demak. Meskipun demikian ada beberapa peserta dari kabupaten lain  yang mengikuti diklat ini karena merasa tertarik.  Mereka berasal dari Jepara dan Semarang.</p>
<p>Dana untuk kegiatan ini sebagian besar  disokong oleh organisasi. Peserta hanya dikenakan kontribusi Rp. 15.000,- untuk mendapatkan snack, makan siang, dan sertifikat. Ini sebagai wujud kepedulian DETA terhadap peningkatan kualitas para guru Bahasa Inggris MTs di kabupaten Demak. </p>
<p>Panitia   menambahkan bahwa kegiatan Diklat ini menurut rencana akan diisi oleh dua narasumber yaitu Drs. Murman M.Pd. dan Daru Dwiardono, S.Pd. Namun narasumber yang pertama pada hari Sabtu kemarin menelpon panitia bahwa dia tidak bisa hadir karena ada acara mendadak yang tidak boleh ditinggalkan.<br />
Ketua Umum DETA, Zaenal Abidin, S.Pd, MSi, dalam sambutannya mengatakan bahwa Guru wajib menyusun bahan ajar sendiri. Karena dengan menyusun bahan ajar sendiri, guru dapat  memilih materi yang sesuai dengan karakteristik peserta didiknya sehingga terjadilah pembelajaran yang komunikatif. Guru menjadi “enjoy”, perserta didik juga menjadi cerdas.</p>
<p> Metode inilah yang dipakai Rasulullah ketika mengajar para shahabatnya. Ada beberapa shahabat bertanya kepada Rasulullah dengan pertanyaan yang sama. Namun jawaban Rasulullah bisa berbeda-beda. Mereka bertanya tentang amal apakah yang terbaik? Untuk shahabat A, Rasulullah menjawab “Shalat pada waktunya”. Untuk shahabat B, Rasulullah menjawab “memberikan makan pada fakir miskin, untuk shahabat C, Rasulullah menjawab “Birrul walidain”.  Mengapa bisa berbeda jawaban Rasulullah?  Karena beliau menyesuaikan jawaban tersebut dengan karakteristik si penanya. </p>
<p>Dengan bercanda, Zaenal Abidin menambahkan, seandainya Rasulullah masih hidup, lalu kita tanya kepada beliau tentang amal apakah yang terbaik? Barangkali Rasulullah menjawab “Menyusun bahan ajar” karena beliau tahu bahwa masih banyak guru yang malas membuat bahan ajar. Guyonan ini disambut “gerrr” oleh seluruh peserta.</p>
<p>Setelah  Coffee  Break selesai acara dilanjutan dengan agenda utama yaitu Diklat Penyusunan Bahan Ajar Bahasa Inggris. yang diisi oleh Bapak Daru Dwiardono, S.Pd. (Pengembang Kurikulum dan Instruktur Bahasa Inggris Kabupaten Demak), dengan dimoderatori oleh Muchammad Ali, S.Pd. (Pengurus DETA). Pada Sesi ini antusiasme peserta sangat tinggi, hal ini terbukti dengan munculnya banyak pertanyaan dari para peserta ketika dibuka tanya jawab.  Para peserta juga merasa antusias ketika melakukan praktek membuat buku ajar.<br />
Sebelum acara ditutup, panitia mengadakan pembagian “doorprize” berupa CD kumpulan lagu Bahasa Inggris untuk anak-anak sebanyak 15 keping untuk 15 peserta. Menurut Ketua Umum DETA, Zaenal Abidin, S.Pd, MSi, acara Diklat ini akan ditindaklanjuti dengan Workshop  Penyusunan Buku Ajar Bahasa Inggris untuk SMP/MTs yang akan diselenggarakan pada waktu yang akan datang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/detademak.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/detademak.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/detademak.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/detademak.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/detademak.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/detademak.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/detademak.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/detademak.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/detademak.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/detademak.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/detademak.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/detademak.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/detademak.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/detademak.wordpress.com/338/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=detademak.wordpress.com&amp;blog=8761971&amp;post=338&amp;subd=detademak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://detademak.wordpress.com/2010/05/10/deta-selenggarakan-diklat-penyusunan-bahan-ajar-bahasa-inggris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd3efd0d1abed7e46774aa573697c219?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">detademak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://detademak.files.wordpress.com/2010/05/dsc08073.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">DSC08073</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://detademak.files.wordpress.com/2010/05/dsc08031.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">DSC08031</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://detademak.files.wordpress.com/2010/05/dsc08040.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">DSC08040</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://detademak.files.wordpress.com/2010/05/dsc08050.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">DSC08050</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://detademak.files.wordpress.com/2010/05/dsc08064.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">DSC08064</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://detademak.files.wordpress.com/2010/05/dsc08065.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">DSC08065</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://detademak.files.wordpress.com/2010/05/dsc08068.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">DSC08068</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://detademak.files.wordpress.com/2010/05/dsc08067.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">DSC08067</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://detademak.files.wordpress.com/2010/05/dsc08066.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">DSC08066</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seminar tentang “Pendekatan Genre dalam Mengajar Bahasa Inggris” digelar di MAN Demak</title>
		<link>http://detademak.wordpress.com/2010/05/04/seminar-tentang-%e2%80%9cpendekatan-genre-dalam-mengajar-bahasa-inggris%e2%80%9d-digelar-di-man-demak/</link>
		<comments>http://detademak.wordpress.com/2010/05/04/seminar-tentang-%e2%80%9cpendekatan-genre-dalam-mengajar-bahasa-inggris%e2%80%9d-digelar-di-man-demak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 May 2010 17:18:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>detademak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://detademak.wordpress.com/?p=316</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka rangka membangun komunikasi guru Bahasa Inggris Madrasah Aliyah se-kabupaten Demak serta membangun pembelajaran yang efektif antara guru dengan peserta didik, Demak English Teacher Association (DETA) menyelenggarakan seminar tentang Pendekatan Genre dalam Mengajar Bahasa Inggris yang diselenggarakan di MAN Demak pada hari Minggu tanggal 25 April 2010. Pada seminar kali ini diikuti oleh sekitar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=detademak.wordpress.com&amp;blog=8761971&amp;post=316&amp;subd=detademak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam rangka rangka membangun komunikasi guru Bahasa Inggris Madrasah Aliyah se-kabupaten Demak serta membangun pembelajaran yang efektif antara guru dengan peserta didik, Demak English Teacher Association (DETA) menyelenggarakan seminar tentang Pendekatan Genre dalam Mengajar Bahasa Inggris yang diselenggarakan di MAN Demak pada hari Minggu tanggal 25 April 2010. Pada seminar kali ini diikuti oleh sekitar 40 guru Bahasa Inggris Madrasah Aliyah di Kabupaten Demak, baik yang yang tergabung dalam  “Demak English Teacher Association (DETA)” maupun dari peserta luar.</p>
<p>Menurut pemakalah, Safiuddin, M.Pd, pengajaran Bahasa Inggris menurut kurikulum 2006  menggunakan pendekatan genre (jenis teks). Ini berbeda dengan kurikulum 94 yang menekankan pada tema. Selain itu, siswa juga diajarkan  dialog transaksional dan interpersonal sesuai dengan bentuk ungkapan yang diberikan serta diajarkan grammar untuk untuk mendukung pengajaran genre.</p>
<p>Selanjutnya, ia juga menyatakan bahwa kesadaran siswa dalam berbahasa Inggris berbanding lurus dengan motivasi, suri tauladan, dan fasilitas yang kesemuanya dapat membentuk atmosfer dan suasana yang kondusif dalam berbahasa.</p>
<p>Kegiatan seminar ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memberikan pencerahan tentang pengajaran Bahasa Inggris yang efektif dan efisien serta meningkatkan ukhuwah islamiyah antar guru Madrasah Aliyah di Kabupaten Demak.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/detademak.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/detademak.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/detademak.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/detademak.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/detademak.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/detademak.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/detademak.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/detademak.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/detademak.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/detademak.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/detademak.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/detademak.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/detademak.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/detademak.wordpress.com/316/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=detademak.wordpress.com&amp;blog=8761971&amp;post=316&amp;subd=detademak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://detademak.wordpress.com/2010/05/04/seminar-tentang-%e2%80%9cpendekatan-genre-dalam-mengajar-bahasa-inggris%e2%80%9d-digelar-di-man-demak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd3efd0d1abed7e46774aa573697c219?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">detademak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sukses Belajar Bahasa Inggris</title>
		<link>http://detademak.wordpress.com/2010/03/21/sukses-belajar-bahasa-inggris/</link>
		<comments>http://detademak.wordpress.com/2010/03/21/sukses-belajar-bahasa-inggris/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Mar 2010 10:11:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>detademak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://detademak.wordpress.com/2010/03/21/sukses-belajar-bahasa-inggris/</guid>
		<description><![CDATA[Sering Membaca Kamus Kamus adalah tempat yang cocok bagi kita untuk mencari referensi mengenai kata-kata dalam Bahasa Inggris (dan bahasa lain). Sering-seringlah membuka kamus untuk mengingat arti kata atau mencari kata yang belum tahu artinya. Pilihlah kamus yang baik dan lengkap yang menyertakan cara membacanya. Jangan terkecoh dengan judul yang muluk seperti Kamus Inggris – [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=detademak.wordpress.com&amp;blog=8761971&amp;post=304&amp;subd=detademak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sering Membaca Kamus</p>
<p>Kamus adalah tempat yang cocok bagi kita untuk mencari referensi mengenai kata-kata dalam Bahasa Inggris (dan bahasa lain). Sering-seringlah membuka kamus untuk mengingat arti kata atau mencari kata yang belum tahu artinya. Pilihlah kamus yang baik dan lengkap yang menyertakan cara membacanya. Jangan terkecoh dengan judul yang muluk seperti Kamus Inggris – Indonesia 100 Juta! Kata-kata dalam Bahasa Inggris tidak sampai segitu jumlahnya.</p>
<p>Meskipun Anda telah hafal banyak kata <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Business_Opportunity/Copywriting_Translation/?PostID=251319">Bahasa Inggris</a>, tidak ada salahnya Anda tetap membuka kamus. Caranya, buka kamus pada halaman sembarang, niscaya kemungkinan besar Anda akan menemukan kata atau beberapa kata baru. Lumayan ‘kan kalau disebut kamus berjalan yang mengerti <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Business_Opportunity/Copywriting_Translation/?PostID=251319">terjemah Inggris Indonesia</a>?</p>
<p>Sering Membaca Buku, Koran, Artikel, Majalah Berbahasa Inggris</p>
<p>Ini sama pentingnya dengan membaca kamus. Dengan seringnya membaca buku, koran, artikel atau majalah berbahasa Inggris, Anda bisa mendapatkan arti kata baru. Akan tetapi awas hati-hati. Dalam menerjemahkan Bahasa Inggris ke <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Business_Opportunity/Copywriting_Translation/?PostID=251319">Bahasa Indonesia</a> jangan kata per kata. Mengapa? Karena jika Anda menerjemahkan kata per kata, artinya bisa berbeda. Terjemahkanlah sampai suatu kalimat selesai. Jika masih ragu atau <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Business_Opportunity/Copywriting_Translation/?PostID=251319">terjemahan Bahasa Ingrris</a> terasa janggal, kembalilah melihat ke kalimat atau paragraf sebelumnya atau melihat kalimat atau paragraf sebelumnya.</p>
<p>Jika Anda tidak punya buku, koran atau majalah berbahasa Inggris, cobalah berselancar di Web yang memuat artikel berbahasa Inggris misalnya di http://www.articlecity.com atau Anda bisa mencari di Google dengan kata kunci yang sesuai. Atau Anda juga bisa download eBook dari Internet, baik yang gratis, bayar ataupun underground. Jangan menggunakan jasa <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Business_Opportunity/Copywriting_Translation/?PostID=251319">terjemah bahasa</a> online seperti Babelfish.</p>
<p>Menonton Film Hollywood tanpa Melihat Teks</p>
<p>Film-film Hollywood memang asyik untuk ditonton. Dan tentu saja ada teks terjemahan atau subtitle di bawah layarnya untuk memudahkan pemahaman penonton yang notabene tidak atau kurang memahami Bahasa Inggris. Jika Anda ingin memperlancar <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Business_Opportunity/Copywriting_Translation/?PostID=251319">Bahasa Inggris</a> Anda, jangan melihat <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Business_Opportunity/Copywriting_Translation/?PostID=251319">terjemah Inggris</a> saat menonton film berbahasa Inggris. Cobalah untuk memahami artinya sendiri. Jika kepepet, boleh lihat, tapi jangan keseringan.</p>
<p>Mencoba Menerjemahkan Langsung</p>
<p>Apa maksudnya? <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Business_Opportunity/Copywriting_Translation/?PostID=251319">Terjemah</a> langsung adalah mencoba menerjemahkan setiap hal yang kita dengar seperti percakapan orang, suara televisi atau radio dan sebagainya. Tentu saja Anda menerjemahkannya dalam hati, jika Anda melakukan <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Business_Opportunity/Copywriting_Translation/?PostID=251319">terjemah bahasa</a> tidak dalam hati niscaya Anda akan dimarahi orang.</p>
<p>Berbicara dengan Native Speaker</p>
<p>Ini adalah merupakan suatu uji nyali. Anda telah membaca kamus, membaca buku berbahasa Inggris, menonton film Hollywood tanpa melihat teks, mencoba <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Business_Opportunity/Copywriting_Translation/?PostID=251319">terjemah</a> langsung, sekarang saatnya Anda on the move untuk berbicara dengan orang asing (tentu saja yang berbahasa Inggris). Di setiap kota pasti ada orang asing, apalagi di tempat wisata. Jangan takut salah! Mereka mengerti dan paham arah percakapan kita dan mereka pun tidak akan menyalahkan jika pengucapan atau pronunciation kita amburadul. Jadi, beranilah untuk say hello to foreigners.</p>
<p>http://yoyok.0fees.net</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/detademak.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/detademak.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/detademak.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/detademak.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/detademak.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/detademak.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/detademak.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/detademak.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/detademak.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/detademak.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/detademak.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/detademak.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/detademak.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/detademak.wordpress.com/304/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=detademak.wordpress.com&amp;blog=8761971&amp;post=304&amp;subd=detademak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://detademak.wordpress.com/2010/03/21/sukses-belajar-bahasa-inggris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd3efd0d1abed7e46774aa573697c219?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">detademak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Bahasa Inggris Melalui Lingkungan</title>
		<link>http://detademak.wordpress.com/2010/02/07/belajar-bahasa-inggris-melalui-lingkungan/</link>
		<comments>http://detademak.wordpress.com/2010/02/07/belajar-bahasa-inggris-melalui-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 03:45:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>detademak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://detademak.wordpress.com/?p=300</guid>
		<description><![CDATA[Oleh DR Istadi, S.T., M.T. Bahasa Inggris telah diajarkan mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Namun ironisnya, sebagian besar siswa menganggap Bahasa Inggris sebagai salah satu mata pelajaran yang sulit. Bagaimana cara menyiasati agar siswa dapat belajar Bahasa Inggris secara menyenangkan?Di benak sebagian para siswa masih tertanam paradigma lama yang menganggap bahwa kesuksesan belajar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=detademak.wordpress.com&amp;blog=8761971&amp;post=300&amp;subd=detademak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh DR Istadi, S.T., M.T.</strong></p>
<p>Bahasa Inggris telah diajarkan mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Namun ironisnya, sebagian besar siswa menganggap Bahasa Inggris sebagai salah satu mata pelajaran yang sulit. Bagaimana cara menyiasati agar siswa dapat belajar Bahasa Inggris secara menyenangkan?Di benak sebagian para siswa masih tertanam paradigma lama yang menganggap bahwa kesuksesan belajar Bahasa Inggris adalah karena bakat yang dimiliki. Anggapan ini mendorong para siswa enggan belajar Bahasa Inggris. Mereka cenderung bersikap lebih cepat putus asa dan menyerah setiap menemui kesulitan dalam belajar atau mengerjakan tugas-tugas yang diberikan.</p>
<p><span id="more-300"></span>Belajar Bahasa Inggris mulanya merupakan kegiatan belajar yang dilakukan di dalam ruangan (indoor learning). Namun sekarang, belajar Bahasa Inggris dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja dengan menggunakan media apa pun. Di samping pelajaran yang diterima di dalam kelas, siswa dapat belajar Bahasa Inggris di tempat- tempat kursus dan lembaga pendidikan nonsekolah lainnya.</p>
<p>Fenomena ini tentunya mendorong para guru dan orangtua untuk memanfaatkan sarana dan prasarana yang tersedia sebagai media belajar Bahasa Inggris secara menyenangkan. Hal ini tentunya harus dibarengi dengan kesadaran dan motivasi yang tinggi dari siswanya sendiri untuk belajar Bahasa Inggris secara sungguh-sungguh.</p>
<p><strong>Berpikir kreatif</strong></p>
<p>Selain memanfaatkan tempat-tempat kursus yang semakin bertebaran, diharapkan para siswa dan pihak-pihak yang terkait, seperti orangtua dan guru, mampu berpikir kreatif dengan memanfaatkan lingkungan yang ada di sekitar, terutama bagi para siswa yang merupakan subyek pembelajaran. Siswa hendaknya dapat bersikap aktif dalam belajar Bahasa Inggris dan tak hanya mengandalkan materi yang diberikan guru di sekolah.</p>
<p>Sebagai contoh, setiap siswa pasti mempunyai televisi, radio, tape recorder, dan telepon genggam. Lantas terbesit pertanyaan di benak kita, bagaimana barang-barang itu dapat digunakan untuk belajar Bahasa Inggris?</p>
<p>Hampir setiap siswa pasti melihat tayangan televisi setiap harinya. Namun hendaknya siswa dapat bersikap cerdas dalam memilih tayangan yang akan dilihat. Siswa dapat memilih acara dengan sajian bahasa Inggris. Ini bukan berarti kita dilarang melihat acara lain dan bukan berarti juga kita tidak cinta terhadap Bahasa Indonesia.</p>
<p>Kemudian bagaimana cara kita belajar dengan melihat televisi? Kita dapat mengasah kemampuan mendengar (listening skill) dengan mendengarkan percakapan yang ada dalam film-film barat (western movie).</p>
<p>Sembari mendengarkan percakapan bahasa Inggris, kita dapat mencatat kata-kata baru yang belum pernah kita dengar ataupun kita mengerti artinya sebelumnya. Secara tidak langsung kita juga dapat menambah perbendaharaan kata-kata baru (new vocabularies).</p>
<p><strong>Televisi musik</strong></p>
<p>Bila tidak suka melihat western movie, bagi para pelajar remaja dapat melihat music television (MTV). Siswa dapat belajar menirukan kata-kata yang diucapkan oleh sang VJ (video jockey) yang dapat dipastikan semuanya fasih dalam berbahasa Inggris. Siswa juga dapat belajar tentang gambit yang digunakan, bagaimana membuka (opening) dan menutup (closing) suatu acara.</p>
<p>Radio dan tape recorder juga dapat dimanfaatkan untuk belajar bahasa Inggris. Siswa dapat memilih program-program yang ada di radio yang menggunakan bahasa Inggris sekaligus berpartisipasi aktif dengan menelepon atau dengan mengirim pesan singkat tentunya dengan menggunakan bahasa Inggris.</p>
<p>Siswa dapat belajar banyak dari seorang DJ (disc jockey) di radio tersebut. Siswa dapat belajar bagaimana cara menyapa orang lain serta bagaimana membuka dan menutup suatu percakapan.</p>
<p>Bagi para siswa yang gemar mendengarkan lagu-lagu barat (western music), belajarlah untuk tidak hanya menjadi pendengar pasif. Selain menikmati musik yang kita dengarkan, alangkah lebih bijaknya jika kita mencari tahu apa arti dari lirik lagu yang kita dengar. Secara tidak langsung siswa akan diajak untuk meningkatkan kemampuan mendengar dan penguasaan terhadap kosakata baru.</p>
<p>Seperti halnya televisi, radio, dan tape recorder, telepon genggam (HP) juga dapat digunakan sebagai sarana untuk belajar bahasa Inggris. Kita dapat mengatur sedemikian rupa sehingga perintah-perintah dan layanan dalam HP menggunakan bahasa Inggris.</p>
<p>Selain itu, kita dapat mengirim pesan singkat (SMS) ke sesama teman dengan menggunakan bahasa Inggris. Cara-cara yang telah disampaikan di atas memang terlihat sepele, tetapi hanya segelintir orang yang bersedia mempraktikkannya.</p>
<p>Jika secara kebetulan siswa bertempat tinggal di sekitar objek wisata, belajar bahasa Inggris dapat dilakukan dengan lebih atraktif. Siswa dapat belajar bahasa Inggris langsung dengan para wisatawan asing yang berkunjung (native speaker).</p>
<p>Siswa diharapkan berani untuk terlibat percakapan secara langsung dengan turis atau paling tidak dapat sekadar menyapa dengan menggunakan ekspresi dan pengucapan yang benar. Maka tidaklah mengherankan jika sebagian anak-anak di Bali atau Yogyakarta sudah fasih berbahasa Inggris.</p>
<p><strong>Bermain sambil belajar</strong></p>
<p>Lingkungan juga menyediakan sarana untuk belajar bahasa Inggris bagi anak-anak. Karakteristik utama anak-anak adalah bermain sambil belajar. Para orangtua dan guru dapat mengajak putra putri dan siswanya untuk mengunjungi taman kota, kebun binatang, dan bahkan mengajak mereka untuk sekadar duduk- duduk di taman rumah. Para orangtua dan guru mengenalkan secara langsung benda-benda yang ada di sekitar dengan menggunakan bahasa Inggris.</p>
<p>Sebagian orangtua mungkin merasa khawatir karena melatih putra putri mereka untuk belajar berbagai macam bahasa secara bersamaan. Pada dasarnya anak-anak tidak akan merasa terbebani dengan berbagai macam bahasa yang diajarkan kepada mereka.</p>
<p>Secara alamiah anak-anak mempunyai alat untuk belajar bahasa secara bersamaan yang disebut sebagai language acquisition device (LAD) yang merupakan anugerah Tuhan.</p>
<p>Justru sebaliknya, pembelajaran berbagai macam bahasa dalam waktu yang bersamaan sedini mungkin adalah langkah yang efektif. Selain LAD yang dimiliki anak-anak adalah faktor usia juga sangat mendukung. Pada usia dini, daya tangkap anak-anak terhadap materi yang diberikan akan lebih baik.</p>
<p>Dengan demikian, banyak cara yang dapat digunakan untuk belajar bahasa Inggris secara menyenangkan. Dengan adanya sikap cerdas dan pikiran yang kreatif, siswa diharapkan dapat termotivasi untuk lebih tekun belajar Bahasa Inggris dan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa kesuksesan dalam belajar bahasa Inggris bukan karena bakat (talent), tetapi karena kemauan (willingness).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/detademak.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/detademak.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/detademak.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/detademak.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/detademak.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/detademak.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/detademak.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/detademak.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/detademak.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/detademak.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/detademak.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/detademak.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/detademak.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/detademak.wordpress.com/300/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=detademak.wordpress.com&amp;blog=8761971&amp;post=300&amp;subd=detademak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://detademak.wordpress.com/2010/02/07/belajar-bahasa-inggris-melalui-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd3efd0d1abed7e46774aa573697c219?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">detademak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>“BRIDGE TO SUCCESS”  WILL BE PUBLISHED SOON!!!!</title>
		<link>http://detademak.wordpress.com/2009/12/05/%e2%80%9cbridge-to-success%e2%80%9d-will-be-published-soon/</link>
		<comments>http://detademak.wordpress.com/2009/12/05/%e2%80%9cbridge-to-success%e2%80%9d-will-be-published-soon/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 10:47:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>detademak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://detademak.wordpress.com/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[We always hear complaints of students and English teachers in connection with the preparation of the National Examination as follows: Students lack a lot of  listening materials because of the lack of  listening materials available. Students lack a lot of  reading materials, especially based on genres / types of text due to a lack of [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=detademak.wordpress.com&amp;blog=8761971&amp;post=212&amp;subd=detademak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://detademak.files.wordpress.com/2009/12/cover-semester-2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-213" title="Cover SEMESTER 2" src="http://detademak.files.wordpress.com/2009/12/cover-semester-2.jpg?w=296&#038;h=210" alt="" width="296" height="210" /></a>We always hear complaints of students and English teachers in connection with the preparation of the National Examination as follows:</p>
<ol>
<li>Students lack a lot of  listening materials because of the lack of  listening materials available.</li>
<li>Students lack a lot of  reading materials, especially based on genres / types of text due to a lack of reading material collection available.</li>
</ol>
<p>Alhamdulillah (Praise be to God), Demak English Teacher Association (DETA) will soon publish a book for the preparation of  2010 National Examination for SMA/MA called &#8220;Bridge to Success&#8221;. This book comes as a solution to answer these complaints. The materials presented in this book are designed based on SKL (Graduate Competency Standards) this year.</p>
<p>This book  also present 6 units of Listening Section which have been copied in CD, they are,  Listening Section of  2009 National Examination and 5 units of Listening Section which are the result of combination from Listening Section of  2004 National Examination to that of 2008, that accompany  5 packets of Try Out for  2010 National Examination</p>
<p>This book consists of four  units:</p>
<p>Unit 1  contains expressions based on  SKL (Graduate Competency Standard) of 2010.</p>
<p>Unit 2  discusses about the theory of genre, i.e. there are 12 genres discussed in this unit.<br />
Unit 3  contains  the packet of 2009 National Examination.<br />
Unit 4  contains 5 packets of try out for 2010 National Examination</p>
<p>This book is written by  Zaenal Abidin, S.Pd., M.Si., President of DETA and Chairman of Book Writing Department  of AGUPENA JATENG. And hopefully this simple book can be useful for us all. Amen!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/detademak.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/detademak.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/detademak.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/detademak.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/detademak.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/detademak.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/detademak.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/detademak.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/detademak.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/detademak.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/detademak.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/detademak.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/detademak.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/detademak.wordpress.com/212/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=detademak.wordpress.com&amp;blog=8761971&amp;post=212&amp;subd=detademak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://detademak.wordpress.com/2009/12/05/%e2%80%9cbridge-to-success%e2%80%9d-will-be-published-soon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd3efd0d1abed7e46774aa573697c219?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">detademak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://detademak.files.wordpress.com/2009/12/cover-semester-2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Cover SEMESTER 2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MODEL PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DALAM KURIKULUM 2006</title>
		<link>http://detademak.wordpress.com/2009/12/05/model-pembelajaran-bahasa-inggris-dalam-kurikulum-2006/</link>
		<comments>http://detademak.wordpress.com/2009/12/05/model-pembelajaran-bahasa-inggris-dalam-kurikulum-2006/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 10:14:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>detademak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://detademak.wordpress.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Zaenal Abidin Sebagaimana KBK, Kurikulum 2006 juga berorientasi pada kompetensi di mana siswa sebagai pusat pembelajaran. Model pembelajaran Bahasa Inggris dalam KTSP tidak mengalami perubahan yang signifikan dari kurikulum 2004/KBK karena masih berdasarkan pada jenis teks atau genre, bukan lagi tema seperti pada kurikulum 94 atau kurikulum sebelumnya. Jadi KTSP khususnya pada mata pelajaran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=detademak.wordpress.com&amp;blog=8761971&amp;post=204&amp;subd=detademak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Zaenal Abidin</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><a href="http://detademak.files.wordpress.com/2009/12/zaenal-tersenyum2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-209" title="Zaenal tersenyum" src="http://detademak.files.wordpress.com/2009/12/zaenal-tersenyum2.jpg?w=300&#038;h=291" alt="" width="300" height="291" /></a> Sebagaimana KBK, Kurikulum 2006 juga berorientasi pada kompetensi di mana siswa sebagai pusat pembelajaran. Model pembelajaran Bahasa Inggris dalam KTSP tidak mengalami perubahan yang signifikan dari kurikulum 2004/KBK karena masih berdasarkan pada jenis teks atau genre, bukan lagi tema seperti pada kurikulum 94 atau kurikulum sebelumnya. Jadi KTSP khususnya pada mata pelajaran Bahasa Inggris merupakan penyempurna dari kurikulum 2004/KBK.</p>
<p>Oleh karena itu segala pengetahuan kebahasaan (grammar dan vocabulary) dipelajari agar siswa mampu bermonolog dan menulis sesuai dengan genre yang akan diungkapkannya. Selain itu, siswa harus mampu melakukan dialog transaksional (mengajak, menyuruh, meminta, dsb) dan interpersonal (mengobrol, basa-basi) dengan baik. Siswa juga belajar membuat short functional texts, misal memberitahukan sesuatu secara lisan, meminta izin secara lisan, membuat surat izin, surat pemberitahuan, surat pribadi, brosur, e-mail, dan sebagainya.</p>
<p><span id="more-204"></span>Guru diharapkan dapat menjadikan siswa mempunyai kompetensi berbahasa Inggris dengan baik. Oleh karena itu, guru perlu mengetahui sejauh mana perbedaan kurikulum 2006/KTSP dengan Kurikulum 1994 atau kurikulum-kurikulum sebelumnya.</p>
<p><strong>Kurikulum 1994/Sebelumnya</strong></p>
<ol>
<li>Bersifat tematik karena didasarkan pada tema-tema yang telah tertulis di dalam kurikulum.</li>
<li>Mengutamakan selesainya materi. Oleh karena itu ada kecenderungan guru akan menyampaikan semua materi sehingga sering kali kurang memperhatikan tingkat kemampuan siswa dalam menyerap semua materi tersebut.</li>
<li>Bersifat teacher oriented. Artinya, guru menjadi pusat dalam kegiatan pemelajaran. Guru banyak “berceramah” di depan kelas untuk menyampaikan materi, dan siswa sebagai pendengar yang baik.</li>
</ol>
<p><strong>Kurikulum 2006/KTSP</strong></p>
<ol>
<li>Tidak berdasarkan tema, tetapi pada jenis teks (genre), misalnya: descriptive, narrative, recount, report, dsb.</li>
<li>Mengutamakan ketercapaian kompetensi siswa dalam memahami dan menerapkan pemahamannya dalam bentuk dialog (kaitannya dengan ekspresi-ekspresi yang diajarkan), monolog, serta membuat tulisan sesuai dengan jenis teks yang dipelajari.</li>
<li>Bersifat student oriented. Artinya, pembelajaran di kelas berpusat pada siswa. Guru memberikan materi demi ketercapaian kompetensi siswa dalam melakukan dialog, monolog, serta membuat tulisan sesuai dengan jenis teks yang dipelajari.</li>
</ol>
<p><strong>Pendekatan Literasi (Literacy Approach)</strong></p>
<p>Model pembelajaran mata pelajaran Bahasa Inggris  dalam KTSP menggunakan pendekatan literasi karena berbasis jenis teks atau genre. Dengan menggunakan pendekatan literasi, KTSP diharapkan mampu mendongkrak tingkat literasi anak bangsa.</p>
<p>Literasi adalah budaya baca-tulis, kebalikan dari orasi yakni budaya dengar-ucap. Seseorang dikatakan sebagai “literate” karena mampu melakukan keduanya yaitu baca-tulis dan dengar-ucap. Tetapi, seorang yang banyak membaca, pandai berbicara tapi tidak mampu menulis maka belum disebut “literate”.</p>
<p>Seorang “literate” mampu berpartisipasi dalam penciptaan teks masyarakat modern. Artinya, mampu berkomunikasi untuk melayani tuntutan masyarakat modern yang melibatkan bahasa di hampir semua aspek kehidupannya. Tuntutan ini senantiasa berkembang atau berubah, maka tantangan pendidikan bahasa juga senantiasa berubah, misalnya penggunaan bahasa untuk berkomunikasi lewat internet.</p>
<p>Wells (1987) menurunkan empat tingkat literasi, yaitu:</p>
<ol>
<li>Tingkat <em>Performative </em>(misalnya SD): mampu membaca apa yang ditulis<em>, </em>menulis apa yang didengar, mencatat apa yang diperlukan, membaca sederhana untuk kebutuhan sehari-hari.</li>
<li>Tingkat<em> Functional </em>(SMP): mampu berkomunikasi (menciptakan teks) untuk keperluan transaksional seperti melamar pekerjaan<em>, </em>membaca manual, wawancara manual, wawancara sederhana, dsb.<em> </em></li>
<li>Tingkat<em> Informational </em>(SMA): mampu berkomunikasi untuk mengakses pengetahuan baik lisan maupun tulis (misalnya membaca buku bidang studi biologi, sejarah, dsb.)</li>
<li>Tingkat<em> Epistemic </em>(misalnya jurusan bahasa/sastra Inggris di universitas): mampu menggunakan bahasa untuk tujuan yang tidak primer seperti bersusastra, dan berkarya kreatif dan mampu memnyampaikan pengetahuan dalam bahasa Inggris.<em> </em></li>
</ol>
<p>Dalam pendekatan literasi digunakan istilah &#8220;siklus lisan (spoken cycle)&#8221; dan &#8220;siklus tulis (written cycle)&#8221;. Siklus lisan di dalamnya terdapat pengajaran <em>listening</em> dan <em>speaking</em> secara terpadu, tidak terpisah. Siklus tulis di dalamnya terdapat pengajaran <em>reading</em> dan <em>writing </em>secara terpadu, tidak terpisah. Misalnya guru mengajarkan jenis teks “Analytical Exposition” dan ungkapan <em>memberi dan meminta pendapat</em>, dengan mengalokasikan  waktu dua bulan, maka satu bulan yang pertama digunakan untuk pembelajaran  “siklus  lisan”, satu bulan berikutnya untuk pembelajaran “siklus tulis”.  Di dalam “siklus lisan” terdapat pembelajaran ungkapan <em>memberi dan meminta pendapat</em>, dan teks “Analytical Exposition” dengan ragam bahasa lisan. Di dalam “siklus tulis” terdapat pembelajaran teks “Analytical Exposition” dengan ragam bentuk tulis. Kemudian dalam pembelajaran di kelas setiap siklus tersebut terdiri dari  empat tahap. Setiap tahap memerlukan waktu paling sedikit 2 x 45 menit. Empat tahap tersebut yaitu:</p>
<ul>
<li>Building Knowledge of the Field<em>. </em></li>
<li>Modeling of Text.</li>
<li>Joint      Construction of Text.</li>
<li>Independent      Construction of Text.</li>
</ul>
<p><strong>Spoken Cycle (Siklus Lisan)</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>1. </strong><strong>Building Knowledge of the Field<em>. </em></strong></p>
<p>Ini merujuk pada tahap penjajagan dan pengenalan tema yang akan dibahas. Bila tema ungkapan yang dipilih adalah tentang <em>meminta pendapat</em> dan <em>memberi pendapat</em>, misalnya, guru dan siswa terlibat dalam percakapan ihwal itu. Pada tahap ini siswa dilatih keterampilan menyimak dan berbicara. Siswa diajak bercakap-cakap dengan meminta pendapatnya tentang isu-isu tertentu. Singkatnya, pengalaman dan pengetahuan siswa tentang tema itu dijelajahi sebanyak mungkin. Penjelajahan ini kurang lebih sejalan dengan konsep pengaktifan skema siswa.</p>
<p><strong>2. </strong><strong>Modeling of Text.</strong></p>
<p>Tahap ini adalah tahap pemajangan <em>(exposure) </em>terhadap teks percakapan, misalnya teks percakapan tentang <em>meminta</em> dan <em>memberi pendapat</em>. Pada tahap ini keterampilan yang dilatihkan adalah membaca serta mempraktekkan di depan kelas.</p>
<p>Dalam tahap ini siswa juga diajarkan teks monolog lisan sesuai dengan jenis teks yang  diajarkan  dalam unit ini, misalnya “Analytical Exposition”. Guru bercerita sesuai dengan jenis teks tersebut dan siswa menyimak kemudian menjawab pertanyaan-pertanyaan sehubungan dengan isi teks.</p>
<p>Bila menginginkan cara yang lebih sederhana, guru membacakan teks monolog lisan dalam bentuk “Analytical Exposition” yang telah diberikan kepada siswa, yang mana teks tersebut masih dalam bentuk rumpang. Siswa mendengarkan serta mengisi ruang-ruang kata yang kosong  sesuai dengan kata-kata yang telah dibacakan oleh guru. Kemudian siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan sehubungan dengan isi teks.<strong> </strong></p>
<p><strong>3. </strong><strong>Joint Construction of Text.</strong><strong> </strong></p>
<p>Tahap ini didesain untuk menciptakan kolaborasi antarsiswa. Dari kolaborasi itu diharapkan muncul teks sebagai hasil <em>gawe bareng. </em>Misalnya menyusun teks “Analytical Exposition” dengan ragam bahasa lisan. Dalam tahap ini bila guru masih merasa belum cukup dengan pengajaran percakapan,  guru dapat menambahkan kegiatan pada siswa dengan membuat teks percakapan (transaksional atau interpersonal) bersama teman, baik secara berpasangan atau kelompok.<strong> </strong></p>
<p><strong>4.  Independent Construction of Text.</strong></p>
<p>Pada tahap ini siswa mulai menerapkan pengetahuan dan pengalaman belajar secara mandiri. Siswa membuat teks monolog lisan misalnya “Analytical Exposition”, kemudian memperagakannya di depan kelas. Ini tahap tertinggi dalam penguasaan bahasa, yakni kemampuan secara mandiri memproduksi teks monolog lisan.</p>
<p>Bila dirasa perlu guru menambahkan kegiatan membuat teks percakapan secara mandiri sesuai dengan tema yang diajarkan.</p>
<p><strong>Written Cycle (Siklus Tulis)</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>1. </strong><strong>Building Knowledge of the Field<em>. </em></strong></p>
<p>Sebagaimana pada siklus lisan, tahap ini merujuk pada tahap penjajagan dan pengenalan jenis teks yang akan dibahas. Bila jenis teks yang dipilih adalah “Analytical Exposition”,  pengalaman dan pengetahuan siswa tentang jenis teks itu dijelajahi sebanyak mungkin, misalnya struktur umum jenis teks “Analytical Exposition” dan unsur-unsur kebahasaan yang terkait dengan jenis teks tersebut.<strong> </strong></p>
<p><strong>2. </strong><strong>Modeling of Text.</strong></p>
<p>Tahap ini adalah tahap pemajangan <em>(exposure) </em>terhadap jenis teks misalnya  teks “Analytical Exposition”. Pada tahap ini keterampilan yang dilatihkan adalah menganalisa jenis teks, membaca serta menulis.<strong></strong></p>
<p><strong>3. </strong><strong>Joint Construction of Text.</strong></p>
<p>Tahap ini didesain untuk menciptakan kolaborasi antarsiswa. Dari kolaborasi itu diharapkan muncul teks sebagai basil gawe <em>bareng. </em>Mereka diasumsikan mampu berbuat itu setelah melewati dua tahap sebelumnya di atas. Misalnya, bila pada tahap sebelumnya para siswa membicarakan jenis teks “Analytical Exposition”, selanjutnya mereka belajar membuat jenis teks “Analytical Exposition” bersama teman.<strong></strong></p>
<p><strong>4. </strong><strong>Independent Construction of Text.</strong></p>
<p>Pada tahap ini siswa  diharapkan mampu memproduksi teks tulis, misalnya “Analytical Exposition”. Pada tahap ini diharapkan terjadi <em>text sharing </em>dengan memajangkan teks itu dan membahasnya dalam kelas. Ini diniati sebagai bagian dari penanaman sikap positif, saling menghargai karya tulis sejawat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/detademak.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/detademak.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/detademak.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/detademak.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/detademak.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/detademak.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/detademak.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/detademak.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/detademak.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/detademak.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/detademak.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/detademak.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/detademak.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/detademak.wordpress.com/204/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=detademak.wordpress.com&amp;blog=8761971&amp;post=204&amp;subd=detademak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://detademak.wordpress.com/2009/12/05/model-pembelajaran-bahasa-inggris-dalam-kurikulum-2006/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd3efd0d1abed7e46774aa573697c219?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">detademak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://detademak.files.wordpress.com/2009/12/zaenal-tersenyum2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Zaenal tersenyum</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>METODE  PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS</title>
		<link>http://detademak.wordpress.com/2009/12/05/191/</link>
		<comments>http://detademak.wordpress.com/2009/12/05/191/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 07:23:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>detademak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://detademak.wordpress.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Supangat M.A. A. Pendahuluan Mungkin sudah puluhan bahkan ratusan lembaga pendidikan setingkat TK hingga SMA menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar dalam proses pembelajaran,  misalnya  High  Scope,  Fajar  Hidayah,  Harapan  Bangsa,  Global Jaya, Mutiara Bunda, Nurul Fikri dan seterusnya. Namun fenomena ini jelas tidak sebanding dengan dunia kerja yang tidak hanya ratusan bahkan semua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=detademak.wordpress.com&amp;blog=8761971&amp;post=191&amp;subd=detademak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> Oleh Supangat M.A.</strong></p>
<p><strong>A. Pendahuluan</strong></p>
<p>Mungkin sudah puluhan bahkan ratusan lembaga pendidikan setingkat TK hingga SMA menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar dalam proses pembelajaran,  misalnya  High  Scope,  Fajar  Hidayah,  Harapan  Bangsa,  Global Jaya, Mutiara Bunda, Nurul Fikri dan seterusnya. Namun fenomena ini jelas tidak sebanding dengan dunia kerja yang tidak hanya ratusan bahkan semua lembaga bisnis mensyaratkan akan kemampuan bahasa inggris. Semua ini membuktikan bahwa kebutuhan bahasa inggris dimasa sekarang merupakan suatu keharusan.</p>
<p><span id="more-191"></span>Yang menjadi pertanyaan besar adalah bagaimana mengajarkan bahasa inggris  ke  anak didik dengan  mudah,  senang,  efektif dan  efisien?.  Coba kita melihat bagaimana bahasa inggris diajarkan baik di lembaga pendidikan formal maupun non-formal (lembaga kursusan) terasa jauh dari harapan. Bertahun-tahun anak didik kita sekolah dari SD hingga SMA ternyata tidak menghasilkan lulusan yang mampu mengunakan bahasa inggris dengan baik.</p>
<p>Jikalau dibandingkan dengan seorang ibu yang mengajarkan bahasa ibunya ternyata tidak lebih dari satu tahun si balita sudah mampu menggunakan bahasa ibunya  dengan  baik,  padahal  hampir  semua  dari  ibu  tersebut  tidak  memiliki metode pembelajaran yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Pertanyaannya kenapa kita yang berprofesi sebagai guru bahasa inggris tidak mampu menformat metode yang hanya butuh beberapa minggu anak didik kita mampu berbahasa ingris dengan baik?</p>
<p>Tulisan ini akan menjelaskan tentang active learning sebagai salah satu contoh metode pembelajan bahasa inggris yang anak didik dengan mudah, senang, efektif dan efisien dalam belajar, yang tentunya di komunitas belajar yang diasramakan (Boarding School)</p>
<p><strong>B. Active Learning</strong></p>
<p>Metode pembelajaran active learning ini sebenarnya bukan metode baru jika dibandingkan dengan perkembangan metode pembalajaran terkini misalnya project-based learning.   Namun kondisi   masyarakat Indonesia   dan sistem kurikulum yang KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi), bagi penulis terlihat mensyaratkan penggunaan metode active learning tersebut. Ada beberapa asumsi dalam pembelajaran active learning:</p>
<p>1.  Siswa/anak   didik   adalah   subjek   inti   dalam   proses   pembelajaran, sehingga merekalah  yang  aktif     dengan mempertimbangkan keseimbangan seluruh ranah afektif, kognitif dan psikomotorik mereka.</p>
<p>2.  Guru merupakan sosok fasilitator yang membimbing anak didik untuk belajar mandiri, guru bukanlah penceramah atau nara sumber.</p>
<p>3.  Kurikulum seharusnya sesuai dengan kemampuan anak didik dan juga sesuai dengan kebutuhan mereka dan KBK sedikit banyak mendukung kondisi ini.</p>
<p>4.  Lingkungan terutama kelas harus disetting sedemikian rupa sehingga anak didik merasakan siap untuk belajar saat masuk didalamnya.</p>
<p>Dengan demikian pembelajaran bahasapun termasuk bahasa inggris harus mampu mempertimbangkan empat item diatas ditambah dengan nilai atau norma yang kita selipkan dalam proses pembelajaran dalam hal ini tentunya nilai-nilai Islam. Bagi penulis ada lima tahap dalam pembelajaran bahasa inggris yaitu:</p>
<p>a.  Settingan kelas, lembaga pendidikan seharusnya memiliki kelas khusus untuk pembelajaran bahasa (baik inggris, arab maupun yang lain) sehingga anak didik yang masuk dalam ruangan tersebut sudah sangat siap untuk belajar bahasa. Guru/kita bisa meletakkan beberapa motto disana       misalanya ‘English speaking area’, ‘be brave to speak English’, ‘do it now’ dan seterusnya.</p>
<p>b.  Need Assessment (NA); proses NA ini seharusnya dilakukan sebelum pembelajaran misalnya apa yang akan  kita  ajarkan  di  pertemuan  kedua  kita  bias melakukan   NA  di   pertemuan   pertama,   hal   ini penting agar anak didik belajar sesuai dengan kebutuhannya</p>
<p>c.  Dan juga tahu apa yang akan dipelajari dipertemuan selanjutnya.</p>
<p>d.  Planning, seorang guru harus merancang apa yang akan diajarkan yaitu misalnya berupa Lesson Plan (satuan pembelajaran) dan harus dibuat sebelum melakukan proses pembelajaran.</p>
<p>e. Implementation, disinilah inti dari proses pembelajaran diawali dengan appersepsi, kemudian guru mejelaskan apa yang akan dilakukan di pertemuan itu, dan proses pembelajaran berlangsung dengan mempertimbangkan keaktifan anak didik serta ranah afektif, kognitif  dan  psikomotorik mereka (lebih lengkap lihat dihalaman berikut tentang contoh Lesson Plan)</p>
<p>f.  Evaluation:   proeses   ini   bisa   dilakukan   dengan bentuk permainan, tetapi yang  terpenting evaluasi ini  dapat  digunakan  sebagai  Needs  Assessment untuk  pertemuan  yang  mendatang  (lebih  lengkap lihat dihalaman berikut tentang contoh Lesson Plan)</p>
<p>C.  Penutup</p>
<p>Penjelasan singkat diatas hanyalah gambaran kecil dari sebuah proses pembelajaran dengan menggunakan metode active learning. Penulis sangat sadar tulisan ini sangat jauh dari sempurna, misalnya untuk menjawab bagaimana mensetting   kelas   yang   active   learning?  Apa   bentuk   verbal   proses   Need  Assessment? Apakah Lesson Plan cukup mewakili sebuah planning? Bagaimana menformat sebuah metode yang mempertimbangkan ranah kognitif, afektif dan psikomotorik? Apakan UAN, UAS dan ulangan harian termasuk (PR) merupakan bentuk evaluasi yang active learning? Semua pertanyaan ini perlu ada tulisan lanjut. Walaupun demikian harapan penulis tulisan singkat yang kami buat ini semoga bermanfaat. Amien.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/detademak.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/detademak.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/detademak.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/detademak.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/detademak.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/detademak.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/detademak.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/detademak.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/detademak.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/detademak.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/detademak.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/detademak.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/detademak.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/detademak.wordpress.com/191/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=detademak.wordpress.com&amp;blog=8761971&amp;post=191&amp;subd=detademak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://detademak.wordpress.com/2009/12/05/191/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd3efd0d1abed7e46774aa573697c219?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">detademak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>METODE PENGAJARAN BAHASA INGGRIS DAN BAHASA ASING LAINNYA</title>
		<link>http://detademak.wordpress.com/2009/12/01/metode-pengajaran-bahasa-inggris-dan-bahasa-asing-lainnya/</link>
		<comments>http://detademak.wordpress.com/2009/12/01/metode-pengajaran-bahasa-inggris-dan-bahasa-asing-lainnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 00:55:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>detademak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://detademak.wordpress.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[1. Metode Langsung (Direct Method) Direct artinya langsung. Direct method atau model langsung yaitu suatu cara mengajikan materi pelajaran bahasa asing di mana guru langsung menggunakan bahasa asing tersebut sebagai bahasa pengantar, dan tanpa menggunakan bahasa anak didik sedikit pun dalam mengajar. Jika ada suatu kata-kata yang sulit dimengerti oleh anak didik, maka guru dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=detademak.wordpress.com&amp;blog=8761971&amp;post=91&amp;subd=detademak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p><strong>1. </strong><strong>Metode Langsung (Direct Method)</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><em>Direct </em>artinya langsung. <em>Direct method</em> atau model langsung yaitu suatu cara mengajikan materi pelajaran bahasa asing di mana guru langsung menggunakan bahasa asing tersebut sebagai bahasa pengantar, dan tanpa menggunakan bahasa anak didik sedikit pun dalam mengajar. Jika ada suatu kata-kata yang sulit dimengerti oleh anak didik, maka guru dapat mengartikan dengan menggunakan alat peraga, mendemontstrasikan, menggambarkan dan lain-lain.</p>
<p><span id="more-91"></span>Metode ini berpijak dari pemahaman bahwa pengajaran bahasa asing tidak sama halnya dengan mengajar ilmu pasti alam. Jika mengajar ilmu pasti, siswa dituntut agar dapat menghafal rumus-rumus tertentu, berpikir, dan mengingat, maka dalam pengajaran bahasa, siswa/anak didik dilatih praktek langsunng mengucapkan kata-kata atau kalimat-kalimat tertentu. Sekalipun kata-kata atau kalimat tersebut mula-mula masih asing dan tidak dipahami anak didik, namun sedikit demi sedikit kata-kata dan kalimat itu akan dapat diucapkan dan dapat pula mengartikannya.</p>
<p>Demikian halnya kalau kita perhatikan seorang ibu mengajarkan basah kepada anak-anaknya langsung dengan mengajarinya, menuntunnya mengucapkan kata per kata, kalimat per kalimat dan anaknya menurutinya meskipun masih terihat lucu. Misalnya ibunya mengajar “Ayah” maka anak tersebut menyebut “Aah” dan seterusnya. Namun lama kelamaan si anak mengenali kata-kata itu dan akhirnya ia mengerti pula maksudnya</p>
<p>Pada prinsipnya metode langsung (<em>direct method</em>) ini sangat utama dalam mengajar bahasa asing, karena melalui metode ini siswa dapat langsung melatih kemahiran lidah tanpa menggunakan bahasa ibu (bahasa lingkungannya). Meskipun pada mulanya terlihat sulit anak didik untuk menuirukannya, tapi adalah menarik bagi anak didik.</p>
<p><em>Ciri-ciri metode ini adalah :</em></p>
<ol>
<li>Materi pelajaran pertama-tama diberikan kata demi kata, kemudian struktur kalimat</li>
<li>Gramatika diajarkan hanya bersifat sambil lalu, dan siswa tidak dituntut menghafal rumus-rumus gramatika, tapi yang utam adalah siswa mampu mengucapkan bahasa secara baik</li>
<li>Dalam proses pengajaran senantiasa menggunakan alat bantu (alat peraga) baik berupa alat peraga langsung, tidak langsung (bnda tiruan) maupun peragaan melalui simbol-simbol atau gerakan-gerakan tertentu</li>
<li>Setelah masuk kelas, siswa atau anak didik benar-benar dikondisikan untuk menerima dan bercakap-cakap dalam bahasa asing, dan dilarang menggunakan bahasa lain.</li>
</ol>
<p><em>Kebaikan metode langsung (Direct)</em></p>
<p>Metode langsung (direct) dilihat dari segi efektivitasnya memiliki keunggulan antara lain :</p>
<ol>
<li>Siswa termotivasi untuk dapat menyebutkan dan mengerti kata-kata kalimat dalam bahasa asing yang diajarkan oleh gurunya, apalagi guru menggunakan alat peraga dan macam-macam media yang menyenangkan</li>
<li>Karena metode ini biasanya guru mula-mula mengajarkan kata-kata dan kalimat-kalimat sederhana yang dapat dimengerti dan diketahui oleh siswa dalam bahasa sehari-hari misalnya (pena, pensil, bangku, meja, dan lain-lain), maka siswa dapat dengan mudah menangkap simbol-simbol bahasa asing yang diajarkan oleh gurunya.</li>
<li>Metode ini relatif banyak menggunakan berbagai macam alat peraga : apakah video, film, radio kaset, tape recorder, dan berbagaimedia/alat peraga yang dibuat sendiri, maka metode ini menarik minat siswa, karena sudah merasa senang/tertarik, maka pelajaran terasa tidak sulit</li>
<li>Siswa memperoleh pengalaman langsung danpraktis, sekalipun mula-mula kalimat yang diucapkan itu belum dimengerti dan dipahami sepenuhnya</li>
<li>Alat ucap / lidah siswa/anak didik menjadi terlatih dan jika menerima ucapan-ucapan yang semula sering terdengar dan terucapkan</li>
</ol>
<p><em>Kekurangan-kekurangan metode langsung (Direct)</em></p>
<ol>
<li>Pengajaran dapat menjadi pasif, jika guru      tidakdapat memotivasi siswa, bahkan mungkin sekali siswa merasa jenuh dan      merasa dfongkol karena kata-kata dan kalimat yang dituturkan gurunya itu      tidak pernah dapat dimengerti, karena memang guru hanya menggunakan bahasa      asing tanpa diterjemahkan ke dalam bahasa anak.</li>
<li>Pada tingkat-tingkat permulaan kelihatannya metode      ini terasa sulit diterapkan, karena siswa belum memiliki bahan      (perbendaharaan kata) yang sudah dimengerti</li>
<li>Meskipun pada dasarnya metode ini guru tidak boleh      menggunakan bahasa sehari-hari dalam menyampaikan bahan pelajaran bahasa      asing tapi pada kenyataannya tidak selalu konsisten demikian, guru      terpaksa misalnya menterjemahkan kata-kata sulit bahasa asing itu ke dalam      bahasa anak didik.</li>
</ol>
<p>Metode ini sebenarnya tepat sekali digunakan pada tingkat permulaan maupun atas karena si siswa merasa telah memiliki bahan untuk bercakap/cercicara dan tentu saja agar siswa betul-betul merasa tertantang untuk bercakap/berkomunikasi; maka sanksi-sanksi dapat ditetapkan bagi mereka yang menggunakan bahasa sehari-hari.</p>
<p><strong>2. </strong><strong>Metode Berlitz (Berlitz Method)</strong></p>
<p>Metode Berlitz (Berlitz Metode) adakah metode langsung (Direct Method) yang selalu digunakan di sekolah-sekolah Berlitz sebagai metode utama.</p>
<p>Semua sekolah-sekolah Berlitz menggunakan metode langsung (direct Method) ini dalam pengajaran bahasa-bahasa asing di sekolahnya dan bnyak lagi sekolah-sekolah lain di Amerika dan Eropa yang secara rutin menerapkan metode ini.</p>
<p>Mereka telah yakin bahwa metode inilah yang paling cocok dan paling berhasil untuk pengajaran bahasa asing agar lebih serasi dan mencapai kemampuan aktif berbahasa asing.</p>
<p>Karena itu metode langsung disebut juga dengan metode Berlitz, sebab sekolah-sekolah berlitz lebih banyak mempopulerkan pemakaian metode ini secara kontinu dan mereka ternyata memang berhasil sangat baik.</p>
<p><strong>3. </strong><strong>Metode Alami (Natural Method)</strong></p>
<p>Metode alami (Natural Method) disebut demikian karena dalam proses belajar, siswa dibawa ke alam seperti halnya pelajaran bahasa ibu sendiri</p>
<p>Dalam pelaksanaannya metode ini tidak jauh berbeda dengan metode langsung (direct) dimana guru menyajikan materi pelajaran langsung dalam bahasa asing tanpa diterjemahkan sedikitpun, kecuali dalam hal-hal tertentu di mana kamus dan bahasa anak didik dapat digunakan.</p>
<p><em>Ciri Metode Natural ini antara lain :</em></p>
<ol>
<li>Urutan pelajaran mula-mula diberikan melalui      menyimak/mendengarkan (<em>listening</em>)      baru kemudian percakapan (<em>speaking</em>),      membaca (<em>reading</em>) menulis atau (<em>writing</em>) terahir baru gramatika</li>
<li>Pelajaran disajikan mula-mula memperkenalkan      kata-kata yang sederhana yang telah diketahui oleh anak didik, kemudian      memperkenalkan benda-benda mulai dari benda-benda yang ada di dalam kelas,      dirumah dan luar kelas, bahkan mengenal luar negeri atau negara-negara      asing terutama Timur Tengah.</li>
<li>Alat peraga dan kamus yang dapat digunakan      sewaktu-waktu sangat diperlukan, misalnya untuk menjelaskan dan      mengartikan kata-kata sulit dalam bahasa asing, dan memperbanyak      perbendaharaan kata-kata atau memperkaya <em>Vocabulary </em>sebagai syarat utama menguasai bahasa asing</li>
<li>Oleh karena kemampuan dan kelancaran membaca dan      bercakap-cakap sangat diutamakan dalam metode ini maka pelajaran      gramatikal (tata bahasa) kurang diperhatikan</li>
</ol>
<h3>Kebaikan Metode Natural</h3>
<p><em>Kebaikan metode ini antara lain :</em></p>
<ol>
<li>Pada tingkat lanjutan metode ini sangat efektif,      karena setiap individu siswa dibawa ke dalam suasana lingkungan      sesungguhnya untuk aktif mendnegarkan dan menggunakan percakapan dalam      bahasa asing</li>
<li>Pengajaran membaca dan bercakap-cakap dalam bahasa      asing sangat diutamakan, sedangkan pelajaran gramatika diajarkan      sewaktu-waktu saja</li>
<li>Pengajaran menjadi bermakna dan mudah diserap oleh      siswa, karena setiap kata dan kalimat yang diajarkan memiliki konteks      (hubungan) dengan dunia (kehidupan sehari-hari) siswa/anak didik</li>
</ol>
<p><em>Segi kekurangan metode ini antara lain :</em></p>
<ol>
<li>Siswa merasa kesulitan belajar apabila belum      memiliki bekal dasar bahasa asing terutama pada pada tingkat-tingkat      pemula, sehingga penggunaan/ pemakaian bahasa asli siswa tidak dapat      dihindari. Dengan demikian tujuan semua dari metode ini untuk membaca dan      bercakap-cakap selalu dalam bahasa asing sulit diterapkan secara murni,      tapi harus diterapkan secara konsekuen</li>
<li>Pada umumnya anak didik dan guru bersikap      tradisional mengutamakan gramatika lebih dahulu daripada membaca dan      percakapan sesuatu hal yang salah secara alamiah yang amat perlu diubah</li>
<li>Pada umumnya pengajaran bahasa asing di      sekolah-sekolah kita sangat terasa kekurangan macam-macam media/alat      peraga yang diperlukan; yang seyogyanya para guru harus aktif membuatnya</li>
<li>Guru yang kurang memiliki kemampuan dan pengalaman      praktis dalam berbahasa asing merupakan faktor sulitnya diterapkan dan      berhasil secara baik metode tersebut. Guru haruslah seorang yang aktif      berbicara di dalam bahasa asing tersebut, barulah murid-muridnya akan      mampu pula aktif di dalam belajar (praktek) bahasa.</li>
</ol>
<p><strong>4. </strong><strong>Metode Percakapan (Conversation Method)</strong></p>
<p>Yaitu mengajarkan bahasa asing seperti bahasa Inggris, bahasa Arab atau bahasa-bahasa lainnya yang cara langsung mengajak murid-murid bercakap-cakap/berbicara di dalam bahasa asing yang sedang diajarkan ini. Tentunya dimulai dengan kata-kata atau kalimat-kalimat atau ungkapan-ungkapan yang biasa berlaku pada kegiatan-kegiatan sehari-hari, seperti : Good Morning, How are you? What are you doing? Can you speak English? Dan sebagainya; atau kalimat-kalimat, percakapan di dalam kelas di sekitar sekolah, dirumah di kantor dan sebagainya; semakin lama semakin meluas dan beragam.</p>
<p>Yang namanya berbahasa itu ialah berbicara (sebagai fungsi pokok bahasa); peran kedua barulah membaca/memahami tulisan atau buku.</p>
<p><em>Jadi fungsi utama belajar bahasa asing itu ialah kemampuan berbahasa aktif, berkomunikasi lisan atau bercakap-cakap.</em> Itulah tujuan utama atau target pokok mempelajari bahasa asing, disusul dengan kemampuan membaca dan memahami atau penguasaan pasif.</p>
<p>Oleh karena itu, metode utama dan pertama di dalam kegiatan belajar mengajar bahasa asing itu semestinya adalah Metode Percakapan (Conversation Method). Metode ini disejalankan dengan Direct Method dan Natural Method, yang pelaksanaanya dengan menerapkan fungsi dan prinsip-prinsip ketentuan dari tiap-tiap metode ini.</p>
<p>Di negara-negara maju seperti AS dan Eropa, orang menerapkan ketiga methode ini sebagai praktek utama ditambah lagi dengan alat peraga/audio visual aids yang mencukupi dan serasi sehingga dalam waktu satu semester telah mampu mengunjungi negara dari bahasa bangsa yang dipelajari, belajar dan praktek selama 1 tahun telah langsung mampu menulis disertai di dalam bahasa asing tersebut.</p>
<p>Jadi disamping metodenya yang serasi, medianya dan buku-buku yang lengkap, gurunya punya kepabelitas tinggi, muridnya pun perlu bersungguh-sungguh belajar serta cerdas. Tanpa keempat syarat tersebut terpenuhi maka orang bertahun-tahun bahkan belasan tahun belajar bahasa asing.</p>
<p><strong>5. </strong><strong>Metode Phonetic (Mendengar dan Mengucapkan)</strong></p>
<p>Metode ini mengutamakan <em>ear training</em> dan <em>speak training</em> yaitu cara menyajikan pelajaran bahasa asing melalui latihan-latihan mendengarkan kemudian diikuti dengan latihan-latihan mengucapkan kata-kata dan kalimat dalam bahasa asing yang sedang dipelajari.</p>
<p>Metode Phonetic ini dapat dikatakan gabungan dari dua metode Natural dan Reading diatas. Dimana mula-mula menurut metode ini pelajaran dimulai dengan latihan-latihan mendengar kemudian diikuti dengan latihan-latihan mengucapkan kata-kata atau kalimat-kalimat dalam bahasa asing. Kemudian disusul latihan-latihan membaca (reading and conversation).</p>
<p><em>Langkah-langkah pelaksanaan metode ini yang dapat dilakukan :</em></p>
<ol>
<li>Guru membacakan bacaan-bacaan bahasa asing di depan      kelas, atau membuka/menghidupkan acara bacaan berupa radio kaset/video,      siswa mendengarkan dan memperhatikan baik-baik acara bacaan ini dengan      cermat, serius (tidak ada yang main-main saat pembacaan itu), siswa harus      memperhatikan betul langgam dan intonasi, serta gerak-gerik bentuk mimik      tertentu dalam bacaan</li>
<li>Seri-seri dalam bacaan itu hendaknya disusun      sedemikian rupa sehingga menjadi bahan bacaan yang sempurna/berkelanjutan</li>
<li>Guru dapat menghentikan seri-seri tertentu jika      seri pelajaran tersebut sudah dianggap selesai dan dikuasai oleh anak      didik, kemudian dapat dilanjutkan pada session/seri berikutnya</li>
<li>Setelah pelajaran membaca selesai, maka latihan      percakapan dapat dilakukan. Misalnya percakapan-percakapan yang sifatnya      mula-mula sederhana, setelah itu menuju pada percakapan yang      kompleks/lebih sulit</li>
<li>Untuk memperjelas ucapan dan percakapan, maka      metode ini dianjurkan untuk menggunakan alat peraga/media pengajaran</li>
<li>Pada setiap akhir materi pelajaran, guru hendaknya      memberikan latihan-latihan praktis membaca dan larihan bercakap-cakap pada      masing-masing anak didik, dan jangan lupa guru dapat memberikn berbagai      catatan-catatan khusus, kesimpulan-kesimpulan dan juga nasihat-nasihat      berupa dorongan (memberi motivasi bagi anak didik) supaya belajar      sungguh-sungguh, rajin dan rutin tiap hari latihan (PR)</li>
</ol>
<h4>Kebaikan-kebaikan Metode Phonetic</h4>
<ol>
<li>Metode ini mengajarkan kemampuan membaca anak didik      dengan lancar dan fasih sekaligus kemampuan percakapan, banyak      latihan-latihan dialog dan menulis (dikte)</li>
<li>Siswa menyimak kesalahan bacaan dan percakapan dari      guru atau teman sekelasnya, untuk kemudian diubah dan diperbaiki      letak-letak kesalahannya itu</li>
</ol>
<h4>Kekurangan-kekurangan Metode Phonetic</h4>
<ol>
<li>Metode ini memerlukan kesungguhan dan keahlian      (profesional) dari pihak guru. Disamping perencanaan dan waktu harus      matang</li>
<li>Pada tingkat-tingkat pemula (pertama) metode ini      masih sulit diterapkan, terutama bagi anak-anak yang belum memiliki bekal      (basic) bahasa asing yang cukup memadai, sebab itu perlu memotivasi murid      dan mengajar secara komunikatif</li>
<li>Kalau seri-seri pelajaran tidak disusun dan      direncanakan sedemikian rupa, maka pelajaran dan penguasaan materi bagi      siswa menjadi mengambang; misalnya materi pelajaran membaca diberikan      sedikit, juga percakapan pun serba tanggung. Oleh sebab itu pengaturan      waktu dan materi hendaknya diatur sedemikian rupa, sehingga keduanya      dikuasai</li>
</ol>
<p><strong>6. </strong><strong>Metode Practice – Theory</strong></p>
<p>Metode ini sesuai dengan namanya, lebih menekankan pada kemampuan praktis dari teori. Perbandingan dapat berupa 7 unit materi praktis dan 3 unit materi yang bersifat teoritis. Belajar bahasa asing lebih dulu dan mengutamakan praktek, lalu diiringi dengan teori (tata bahasa).</p>
<p>Jadi disini yang dipentingkan adalah bagaimana siswa/anak didik dapat mampu berbahasa asing itu secara praktis bukan teoritis. Oleh sebab itu pengajaran harus diarahkan pada kemampuan komunikatif atau percakapan, sedangkan gramatika dapat diajarkan sambil lalu saja.</p>
<p>Pada tingkat-tingkat awal materi pelajaran praktis dapat dipilih dan diterapkan pada hal-hal yang sederhana, apakah itu lewat percakapan sehari-hari yang ada hubungannya dengan dunia sekolah anak didik atau lingkungan rumah tangga dan masyarakat lebih luas atau dapat pula menyebutkan rincian nama-nama benda dan kata kera sebagai dasar pembentukan bahasa percakapan.</p>
<p>Sedangkan pada tingkat lanjutan atas materi pelajaran dikembangkan lebih luas dan kompleks melalui percakapan teoritis dan penalaran ilmiah.</p>
<p><em>Kelebihan-kelebihan Metode Practice-Theory :</em></p>
<ol>
<li>Siswa memperoleh ketrampilan langsung atau praktis dalam berbahasa asing</li>
<li>Siswa merasa tidak dipusingkan oleh aturan-aturan atau kaidah-kaidah gramatikal karena pelajaran gramatikal hanya diajarkan sambil lalu, sebagai penajam pemahaman</li>
<li>Pengajaran dapat dinamis (hidup) dan menyenangkan, apalagi sesekali guru dapat menyelingi dengan percakapan lucu dan media peragaan yang menarik</li>
<li>Paling sesuai dengan alamiah tujuan pengajaran bahasa : yang disebut berbahasa itu ialah berbicara, berkomunikasi lisan</li>
</ol>
<p><em>Kekurangan-kekurangan Metode Ptactice Theory</em></p>
<ol>
<li>Memerlukan guru yang betul-betul mahir dan aktif berbahasa asing</li>
<li>Pada tingkat-tingkat dasar (awal) metode ini masih sulit diterapkan karena perbendaharaan kata dan bahasa anak didik masih terbatas, bahkan terasa kaku. Guru harus memperbanyak menghafalkan pola-pola kalimat yang baik kepada murid-murid</li>
<li>Pada umumnya kemampuan aplikatif bahasa asing anak didik sangat ditentukan oleh faktor motivasi dari pihak guru disamping gaya dan simpatik kepribadian guru. Dan ini jarang dimiliki dalam satu pribadi guru. Guru perlu sering memotivasi anak didik disela-sela mengajar bahasa asing (Inggris/Arab)</li>
<li>Kekurangan media peraga sebagai penguat persepsi dan ingatan dapat merupakan sisi lain kekurangan metode ini</li>
</ol>
<p><strong>7. </strong><strong>Metode Membaca (Reading Method)</strong></p>
<p>Metode membaca (<em>Reading Method</em>) yaitu menyajikan materi pelajaran dengan cara lebih dulu mengutamakan membaca, yakni guru mula-mula membacakan topik-topik bacaan, kemudian diikuti oleh siswa anak didik. Tapi kadang-kadang guru dapat menunjuk langsung anak didik untuk membacakan pelajaran tertentu lebih dulu, dan tentu siswa lain memperhatikan dan mengikutinya.</p>
<p>Teknik metode membaca (Reading Method) ini dapat dilakukan dengan cara guru langsung membacakan materi pelajaran dan siswa disuruh memperhatikan/ mendengarkan bacaan-bacaan gurunya dengan baik, setelah itu guru menunjuk salah satu di antara siswa untuk membacakannya, dengan jalan berganti-ganti (bergiliran).</p>
<p>Setelah masing-masing siswa mendapat giliran membaca, maka guru mengulangi bacaan itu sekali lagi dengan diikuti oleh semua siswa hal ini terutama pada tingkat-tingkat pertama; lalu kemudian guru mencatatkan kata-kata sulit atau baru yang belum diketahui siswa di papan tulis untuk dicatat di buku catatan untuk memperkaya perbendaharaan kata-kata dan begitulah selanjutnya, hingga selesai topik-topik yang telah ditetapkan/ditentukan.</p>
<h4>Kebaikan Metode Reading/Membaca</h4>
<p>Jika dibandingkan dengan metode-metode lain, maka metode ini memiliki segi kelebihan/kebaikan-kebaikan antara lain :</p>
<ol>
<li>Siswa dapat dengan lancar membaca dan memahami      bacaan-bacaan berbahasa asing dengan fasih dan benar</li>
<li>Siswa dapat menggunakan intonasi bacaan bahasa      asing sesuai dengan kaidah membaca yang benar</li>
<li>Tentu saja dengan pelajaranmembaca tersebut siswa      diharapkan mampu pula menerjemahkan kata-kata atau memahami kalimat-kalimat      bahasa asing yang diajarkan, dengan demikian pengetahuan dan penguasaan      bahasa anak menjadi utuh</li>
</ol>
<h4>Kekurangan Metode Reasing/Membaca</h4>
<ol>
<li>Pada metode membaca ini, untuk tingkat-tingkat      pemula terasa agak sukar diterapkan, karena siswa masing sangat asing untuk      membiasakan lidahnya, sehingga kadang-kadang harus terpaksa untuk      berkali-kali menuntun dan mengulang-ulang kata dan kalimat yang sulit      ditiru oleh lidah siswa yang bukan dari bahasa asing yang sedang      diajarkan. Dan dengan demikian metode ini relatif banyak menyita waktu.</li>
<li>Dilihat dari segi penguasaan bahasa, metode reading      lebih menitikberatkan pada kemampuan siswa untuk mengucapkan/melafalkan      kata-kata dalam kalimat-kalimat bahasa asing yang benar dan lancar. Adapun      arti dan makna kata dan kalimat kadang-kadang kurang diutamakan. Hal ini      dapat berarti pengajaran terlalu bersifat Verbalisme</li>
<li>Pengajaran sering terasa memboankan, terutama      apabila guru yang mengajarkan tidak simpatik/metode diterapkan secara      tidak menarik bagi siswa. Dari segi tensi suarapun kadang-kadang cukup      menjenuhkan karena masing-masing guru dan siswa terus-menerus membaca      topik-topik pelajaran. Oleh karena metode ini memiliki segi kekurangan      yang berarti, maka perlu diperhatikan hal-hal yang berikut :</li>
</ol>
<ol>
<li>Hendaknya pokok-pokok materi yang akan disajikan senantiasa disesuaikan dengan taraf perkembangan dan kemampuan siswa pada tingkat tertentu. Pilih topik dan materi pelajaran yang menarik hati bagi para siswa/yang sesuai dengan keinginan jiwa mereka</li>
<li>Untuk menghindari verbalisme dalam pengajaran maka guru hendaknya dapat mengartikan/menerjemahkan kata-kata atau kalimat-kalimat yang belum dimengerti/pahami siswa dalam bacaan-bacaan tersebut</li>
<li>Pada umumnya alat peraga/media pengajaran berupa pengeras suara, radio tape/kaset, video dan alat-alat sejenisnya sangat membantu mempercepat/ memperlambat lidah/bacaan siswa. Disamping itu dengan alat peraga, pengajaran menjadi menarik dan tidak membosankan.</li>
<li>Buku-buku bacaan dapat dipilih dan disusun sedemikian rupa hingga menarik/menyenangkan siswa. Pada umumnya bacaan berupa novel, cerpen (cerita-cerita), pepatah, hikmah-hikmah dalam bahasa asing, ilmu pengetahuan dan lain-lain sangat menarik untuk bahan bacaan, terutama pada tingkat-tingkat pemula; pada tingkat-tingkat lanjutan bacaan-bacaan dapat diarahkan pada yang bersifat ilmiah/pemikiran.</li>
</ol>
<p><strong>8. </strong><strong>Metode Bicara Lisan (Oral Method)</strong></p>
<p>Metode ini adalah hampir sama dengan metode phonetic dan reform method, tetapi pada orak method adalah menitikberatkan pada latihan-latihan lisan atau penuturan-penutuan dengan mulut. Melatih untuk bisa lancar berbicara (<em>fluently</em>), keserasian dan spontanitas</p>
<p>Melatih lisan/mulut agar pengucapan bahasa asing itu bisa tepat bunyi, tidak kedengaran janggal. Latihan-latihan Sistem bunyi melalui bibir, melatih tepatnya keluarnya huruf-huruf kerongkongan, huruf-huruf di ujung atau di pangkal lidah dan sebagainya</p>
<p>Latihan-latihan menyusun kata-kata membuat kalimat sendiri dan sebagainya, semua dilakukan dengan mengaktifkan bicara lisan, oral, speaking</p>
<p>Target yang hendak dicapai melalui metode ini ialah keammpuan dan kelancaran berbahasa lisan atau berbicara lisan atau berkomunikasi langsung sebagai fungsi utama bahasa</p>
<p>Prinsip metode ini ialah : <em>Teach the language, don’t teach only about the language</em>.</p>
<ol>
<li><strong>9. </strong><strong>Metode Praktek Pola-pola Kalimat (Pattern-Practice Method)</strong></li>
</ol>
<p>Penerapan terpenting metode ini ialah dengan melatih murid-murid secara praktek langsung mengucapkan pola-pola kalimat yang sudah tersusun baik betul, atau mengerjakan sebagaimana yang dimaksud oleh pola kalimat tersebut.</p>
<p>Jadi pola-pola kalimat yang mengandung arti, telah lebih dulu disediakan atau disusun secara serasi dari yang mudah, secara berangsung-angsur sampai sulit; dan bahan perbendaharaan kata-kata yang sederhana sampai yang rumit. Murid-murid memang harus aktif mengucapkan, melakukan sampai menjadi kebiasaan, sehingga menghayati pola-pola kalimat tersebut sampai membudaya.</p>
<p>Semestinya guru itu adalah seorang <em>Bilingual</em> (yang mengusai dua bahasa atau lebih sampai dihayati), yakni bahasa asing yang diajarkan dan bahasa Indonesia, dengan kemampuan yang sebenar-benarnya. Pertama-tama guru membanding-bandingkan kedua bahasa, misalnya bahasa Arab dengan bahasa Indonesia, tentang kata-kata yang sama, cara-cara pengucapan sistem tata bahasa, arti, bunyi dan seterusnya dan memberi penjelasan-penjelasan. Dari bahasa dwi-bahasa (bilingual) diuraikan dan dipilih pola-pola kalimat dengan bunyi-bunyi tertentu untuk mater drill atau bahan-bahan latihan yang intensif. Susunlah pola-pola kalimat yang baik, dan ditambah terus perbendaharaan kata-kata, sehingga menggarkan sesuatu situasi atau cerita. Latihlah secara berulang-ulang dan sampai setiap siswa mendapat giliran. Para siswa dilatih mengucapkan pola-pola kalimat sampai benar-benar memahami dan menghayati arti/maksudnya serta hafal-lancar tanpa berpikir-pikir menyusun kalimat sendiri.</p>
<p>Setelah itu murid-murid perlu dilatih pula <em>Listening</em> untuk mencapai kepekaan pendengaran (Listening, dll).</p>
<p>Seterusnya latihan-latihan <em>speaking </em>(speaking drill) untuk kelancaran berbicara, <em>reading drill</em> untuk mencapai bacaan-bacaan yang betul, dan Writing Drill yakni latihan-latihan menulis secara benar, menghindarkan salah-salah di dalam menulis ejaan atau huruf. Latihan-latihan listening, speaking, reading and writing ini amat diperlukan mengiringi pada hampir semua macam metode mengajar bahasa asing, khususnya bahasa Inggris dan Arab.</p>
<p>Metode ini seperti yang dipraktekkan pada buku-buku pelajaran bahasa Inggris antara lain English 900, English 901 dan sebagainya dan dianggap sebagai yang paling sesuai dengan alamiah pengajaran bahasa asing.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/detademak.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/detademak.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/detademak.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/detademak.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/detademak.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/detademak.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/detademak.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/detademak.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/detademak.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/detademak.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/detademak.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/detademak.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/detademak.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/detademak.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=detademak.wordpress.com&amp;blog=8761971&amp;post=91&amp;subd=detademak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://detademak.wordpress.com/2009/12/01/metode-pengajaran-bahasa-inggris-dan-bahasa-asing-lainnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd3efd0d1abed7e46774aa573697c219?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">detademak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GOLDEN WAYS TO LEARN ENGLISH SUCCESSFULLY</title>
		<link>http://detademak.wordpress.com/2009/11/26/golden-ways-to-learning-english-successfully/</link>
		<comments>http://detademak.wordpress.com/2009/11/26/golden-ways-to-learning-english-successfully/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 07:30:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>detademak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://detademak.wordpress.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[People always say that learning English is very difficult. Is it? I definitely disagree with this idea. For me, learning English is very easy. How? This very short article aims at discussing some golden ways to learning English successfully. There are five main points to be discussed in this simple article. They are self-motivation, seriousness, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=detademak.wordpress.com&amp;blog=8761971&amp;post=86&amp;subd=detademak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>People always say that learning English is very difficult. Is it? I definitely disagree with this idea. For me, learning English is very easy. How? This very short article aims at discussing some golden ways to learning English successfully. There are five main points to be discussed in this simple article. They are self-motivation, seriousness, planning to learn, and practice.</p>
<p><strong><span id="more-86"></span>Self-motivation</strong> plays a very important role in learning English. If you are highly motivated, you will find it interesting to learn English. When this happens, you will always certainly want to learn English. Conversely, if you have no motivation at all, you will be very reluctant to learn English. This will of course bring you to an opinion that you will never be able to learn English, which is of course a negative way of thinking. However, self-motivation is not enough without seriousness.</p>
<p><strong>Seriousness</strong> is another point to be considered if you want to learn English very successfully. Once you are motivated to learn English, try to do it seriously. In this context, don’t learn English merely because you are asked to do so. This means that either you learn English because you are asked to do so or you learn it because you really want to do so, do it seriously.</p>
<p><strong>Planning</strong>, the third important point, relates to what you are going to do to improve your English. Here, plan when to learn, what to learn, where to go to learn, how long to learn, and how much money to spend on learning English. Making a target of mastering English in certain period of time will be very helpful. Learning is, however, not the last effort. You must practise it.</p>
<p><strong>Practice</strong> is a password to the success of learning English. You might be a very good learner, but learning English without practising it will make you become a knowledgeable learner only, not an active user of English. Therefore, try to manage your time to practise what you have learnt every day. It is only practising regularly that makes you able to use English fluently and correctly.</p>
<p>In summary, in order to be able to learn English successfully, you must be self-motivated in seriously planning to learn and to practise what you learn. Have a nice try.</p>
<p>(source: www.elti.co.id)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/detademak.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/detademak.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/detademak.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/detademak.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/detademak.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/detademak.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/detademak.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/detademak.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/detademak.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/detademak.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/detademak.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/detademak.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/detademak.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/detademak.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=detademak.wordpress.com&amp;blog=8761971&amp;post=86&amp;subd=detademak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://detademak.wordpress.com/2009/11/26/golden-ways-to-learning-english-successfully/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd3efd0d1abed7e46774aa573697c219?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">detademak</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
