Sebanyak 65 Bapak/Ibu Guru dari sejumlah MTs Negeri dan Swasta se-Kabupaten Demak mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Penyusunan Bahan Ajar Bahasa Inggris pada tanggal 9 Mei 2010 yang diselenggarakan Demak English Teacher Association (DETA).
Acara Diklat ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru Bahasa Inggris dalam mempersiapkan pembelajaran di kelas khususnya bahan ajar sehingga dapat membangun komunikasi pembelajaran yang efektif antara guru dengan peserta didik, yang sesuai dengan tuntutan kurikulum serta karakteristik dan lingkungan sosial peserta didik MTs se-Kabupaten Demak.
Menurut ketua panitia penyelenggra, Safiuddin, M.Pd, bahwa kegiatan diklat ini merupakan yang kesekian kalinya, hanya diklat kali ini diperuntukkan bagi guru-guru Bahasa Inggris MTs se-Kabupaten Demak. Meskipun demikian ada beberapa peserta dari kabupaten lain yang mengikuti diklat ini karena merasa tertarik. Mereka berasal dari Jepara dan Semarang.
Dana untuk kegiatan ini sebagian besar disokong oleh organisasi. Peserta hanya dikenakan kontribusi Rp. 15.000,- untuk mendapatkan snack, makan siang, dan sertifikat. Ini sebagai wujud kepedulian DETA terhadap peningkatan kualitas para guru Bahasa Inggris MTs di kabupaten Demak.
Panitia menambahkan bahwa kegiatan Diklat ini menurut rencana akan diisi oleh dua narasumber yaitu Drs. Murman M.Pd. dan Daru Dwiardono, S.Pd. Namun narasumber yang pertama pada hari Sabtu kemarin menelpon panitia bahwa dia tidak bisa hadir karena ada acara mendadak yang tidak boleh ditinggalkan.
Ketua Umum DETA, Zaenal Abidin, S.Pd, MSi, dalam sambutannya mengatakan bahwa Guru wajib menyusun bahan ajar sendiri. Karena dengan menyusun bahan ajar sendiri, guru dapat memilih materi yang sesuai dengan karakteristik peserta didiknya sehingga terjadilah pembelajaran yang komunikatif. Guru menjadi “enjoy”, perserta didik juga menjadi cerdas.
Metode inilah yang dipakai Rasulullah ketika mengajar para shahabatnya. Ada beberapa shahabat bertanya kepada Rasulullah dengan pertanyaan yang sama. Namun jawaban Rasulullah bisa berbeda-beda. Mereka bertanya tentang amal apakah yang terbaik? Untuk shahabat A, Rasulullah menjawab “Shalat pada waktunya”. Untuk shahabat B, Rasulullah menjawab “memberikan makan pada fakir miskin, untuk shahabat C, Rasulullah menjawab “Birrul walidain”. Mengapa bisa berbeda jawaban Rasulullah? Karena beliau menyesuaikan jawaban tersebut dengan karakteristik si penanya.
Dengan bercanda, Zaenal Abidin menambahkan, seandainya Rasulullah masih hidup, lalu kita tanya kepada beliau tentang amal apakah yang terbaik? Barangkali Rasulullah menjawab “Menyusun bahan ajar” karena beliau tahu bahwa masih banyak guru yang malas membuat bahan ajar. Guyonan ini disambut “gerrr” oleh seluruh peserta.
Setelah Coffee Break selesai acara dilanjutan dengan agenda utama yaitu Diklat Penyusunan Bahan Ajar Bahasa Inggris. yang diisi oleh Bapak Daru Dwiardono, S.Pd. (Pengembang Kurikulum dan Instruktur Bahasa Inggris Kabupaten Demak), dengan dimoderatori oleh Muchammad Ali, S.Pd. (Pengurus DETA). Pada Sesi ini antusiasme peserta sangat tinggi, hal ini terbukti dengan munculnya banyak pertanyaan dari para peserta ketika dibuka tanya jawab. Para peserta juga merasa antusias ketika melakukan praktek membuat buku ajar.
Sebelum acara ditutup, panitia mengadakan pembagian “doorprize” berupa CD kumpulan lagu Bahasa Inggris untuk anak-anak sebanyak 15 keping untuk 15 peserta. Menurut Ketua Umum DETA, Zaenal Abidin, S.Pd, MSi, acara Diklat ini akan ditindaklanjuti dengan Workshop Penyusunan Buku Ajar Bahasa Inggris untuk SMP/MTs yang akan diselenggarakan pada waktu yang akan datang.
Dalam rangka rangka membangun komunikasi guru Bahasa Inggris Madrasah Aliyah se-kabupaten Demak serta membangun pembelajaran yang efektif antara guru dengan peserta didik, Demak English Teacher Association (DETA) menyelenggarakan seminar tentang Pendekatan Genre dalam Mengajar Bahasa Inggris yang diselenggarakan di MAN Demak pada hari Minggu tanggal 25 April 2010. Pada seminar kali ini diikuti oleh sekitar 40 guru Bahasa Inggris Madrasah Aliyah di Kabupaten Demak, baik yang yang tergabung dalam “Demak English Teacher Association (DETA)” maupun dari peserta luar.
Menurut pemakalah, Safiuddin, M.Pd, pengajaran Bahasa Inggris menurut kurikulum 2006 menggunakan pendekatan genre (jenis teks). Ini berbeda dengan kurikulum 94 yang menekankan pada tema. Selain itu, siswa juga diajarkan dialog transaksional dan interpersonal sesuai dengan bentuk ungkapan yang diberikan serta diajarkan grammar untuk untuk mendukung pengajaran genre.
Selanjutnya, ia juga menyatakan bahwa kesadaran siswa dalam berbahasa Inggris berbanding lurus dengan motivasi, suri tauladan, dan fasilitas yang kesemuanya dapat membentuk atmosfer dan suasana yang kondusif dalam berbahasa.
Kegiatan seminar ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memberikan pencerahan tentang pengajaran Bahasa Inggris yang efektif dan efisien serta meningkatkan ukhuwah islamiyah antar guru Madrasah Aliyah di Kabupaten Demak.
Sukses Belajar Bahasa Inggris
Sering Membaca Kamus
Kamus adalah tempat yang cocok bagi kita untuk mencari referensi mengenai kata-kata dalam Bahasa Inggris (dan bahasa lain). Sering-seringlah membuka kamus untuk mengingat arti kata atau mencari kata yang belum tahu artinya. Pilihlah kamus yang baik dan lengkap yang menyertakan cara membacanya. Jangan terkecoh dengan judul yang muluk seperti Kamus Inggris – Indonesia 100 Juta! Kata-kata dalam Bahasa Inggris tidak sampai segitu jumlahnya.
Meskipun Anda telah hafal banyak kata Bahasa Inggris, tidak ada salahnya Anda tetap membuka kamus. Caranya, buka kamus pada halaman sembarang, niscaya kemungkinan besar Anda akan menemukan kata atau beberapa kata baru. Lumayan ‘kan kalau disebut kamus berjalan yang mengerti terjemah Inggris Indonesia?
Sering Membaca Buku, Koran, Artikel, Majalah Berbahasa Inggris
Ini sama pentingnya dengan membaca kamus. Dengan seringnya membaca buku, koran, artikel atau majalah berbahasa Inggris, Anda bisa mendapatkan arti kata baru. Akan tetapi awas hati-hati. Dalam menerjemahkan Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia jangan kata per kata. Mengapa? Karena jika Anda menerjemahkan kata per kata, artinya bisa berbeda. Terjemahkanlah sampai suatu kalimat selesai. Jika masih ragu atau terjemahan Bahasa Ingrris terasa janggal, kembalilah melihat ke kalimat atau paragraf sebelumnya atau melihat kalimat atau paragraf sebelumnya.
Jika Anda tidak punya buku, koran atau majalah berbahasa Inggris, cobalah berselancar di Web yang memuat artikel berbahasa Inggris misalnya di http://www.articlecity.com atau Anda bisa mencari di Google dengan kata kunci yang sesuai. Atau Anda juga bisa download eBook dari Internet, baik yang gratis, bayar ataupun underground. Jangan menggunakan jasa terjemah bahasa online seperti Babelfish.
Menonton Film Hollywood tanpa Melihat Teks
Film-film Hollywood memang asyik untuk ditonton. Dan tentu saja ada teks terjemahan atau subtitle di bawah layarnya untuk memudahkan pemahaman penonton yang notabene tidak atau kurang memahami Bahasa Inggris. Jika Anda ingin memperlancar Bahasa Inggris Anda, jangan melihat terjemah Inggris saat menonton film berbahasa Inggris. Cobalah untuk memahami artinya sendiri. Jika kepepet, boleh lihat, tapi jangan keseringan.
Mencoba Menerjemahkan Langsung
Apa maksudnya? Terjemah langsung adalah mencoba menerjemahkan setiap hal yang kita dengar seperti percakapan orang, suara televisi atau radio dan sebagainya. Tentu saja Anda menerjemahkannya dalam hati, jika Anda melakukan terjemah bahasa tidak dalam hati niscaya Anda akan dimarahi orang.
Berbicara dengan Native Speaker
Ini adalah merupakan suatu uji nyali. Anda telah membaca kamus, membaca buku berbahasa Inggris, menonton film Hollywood tanpa melihat teks, mencoba terjemah langsung, sekarang saatnya Anda on the move untuk berbicara dengan orang asing (tentu saja yang berbahasa Inggris). Di setiap kota pasti ada orang asing, apalagi di tempat wisata. Jangan takut salah! Mereka mengerti dan paham arah percakapan kita dan mereka pun tidak akan menyalahkan jika pengucapan atau pronunciation kita amburadul. Jadi, beranilah untuk say hello to foreigners.
http://yoyok.0fees.net
Belajar Bahasa Inggris Melalui Lingkungan
Oleh DR Istadi, S.T., M.T.
Bahasa Inggris telah diajarkan mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Namun ironisnya, sebagian besar siswa menganggap Bahasa Inggris sebagai salah satu mata pelajaran yang sulit. Bagaimana cara menyiasati agar siswa dapat belajar Bahasa Inggris secara menyenangkan?Di benak sebagian para siswa masih tertanam paradigma lama yang menganggap bahwa kesuksesan belajar Bahasa Inggris adalah karena bakat yang dimiliki. Anggapan ini mendorong para siswa enggan belajar Bahasa Inggris. Mereka cenderung bersikap lebih cepat putus asa dan menyerah setiap menemui kesulitan dalam belajar atau mengerjakan tugas-tugas yang diberikan.
“BRIDGE TO SUCCESS” WILL BE PUBLISHED SOON!!!!
We always hear complaints of students and English teachers in connection with the preparation of the National Examination as follows:
- Students lack a lot of listening materials because of the lack of listening materials available.
- Students lack a lot of reading materials, especially based on genres / types of text due to a lack of reading material collection available.
Alhamdulillah (Praise be to God), Demak English Teacher Association (DETA) will soon publish a book for the preparation of 2010 National Examination for SMA/MA called “Bridge to Success”. This book comes as a solution to answer these complaints. The materials presented in this book are designed based on SKL (Graduate Competency Standards) this year.
This book also present 6 units of Listening Section which have been copied in CD, they are, Listening Section of 2009 National Examination and 5 units of Listening Section which are the result of combination from Listening Section of 2004 National Examination to that of 2008, that accompany 5 packets of Try Out for 2010 National Examination
This book consists of four units:
Unit 1 contains expressions based on SKL (Graduate Competency Standard) of 2010.
Unit 2 discusses about the theory of genre, i.e. there are 12 genres discussed in this unit.
Unit 3 contains the packet of 2009 National Examination.
Unit 4 contains 5 packets of try out for 2010 National Examination
This book is written by Zaenal Abidin, S.Pd., M.Si., President of DETA and Chairman of Book Writing Department of AGUPENA JATENG. And hopefully this simple book can be useful for us all. Amen!
MODEL PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DALAM KURIKULUM 2006
Oleh Zaenal Abidin
Sebagaimana KBK, Kurikulum 2006 juga berorientasi pada kompetensi di mana siswa sebagai pusat pembelajaran. Model pembelajaran Bahasa Inggris dalam KTSP tidak mengalami perubahan yang signifikan dari kurikulum 2004/KBK karena masih berdasarkan pada jenis teks atau genre, bukan lagi tema seperti pada kurikulum 94 atau kurikulum sebelumnya. Jadi KTSP khususnya pada mata pelajaran Bahasa Inggris merupakan penyempurna dari kurikulum 2004/KBK.
Oleh karena itu segala pengetahuan kebahasaan (grammar dan vocabulary) dipelajari agar siswa mampu bermonolog dan menulis sesuai dengan genre yang akan diungkapkannya. Selain itu, siswa harus mampu melakukan dialog transaksional (mengajak, menyuruh, meminta, dsb) dan interpersonal (mengobrol, basa-basi) dengan baik. Siswa juga belajar membuat short functional texts, misal memberitahukan sesuatu secara lisan, meminta izin secara lisan, membuat surat izin, surat pemberitahuan, surat pribadi, brosur, e-mail, dan sebagainya.
METODE PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
Oleh Supangat M.A.
A. Pendahuluan
Mungkin sudah puluhan bahkan ratusan lembaga pendidikan setingkat TK hingga SMA menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar dalam proses pembelajaran, misalnya High Scope, Fajar Hidayah, Harapan Bangsa, Global Jaya, Mutiara Bunda, Nurul Fikri dan seterusnya. Namun fenomena ini jelas tidak sebanding dengan dunia kerja yang tidak hanya ratusan bahkan semua lembaga bisnis mensyaratkan akan kemampuan bahasa inggris. Semua ini membuktikan bahwa kebutuhan bahasa inggris dimasa sekarang merupakan suatu keharusan.
METODE PENGAJARAN BAHASA INGGRIS DAN BAHASA ASING LAINNYA
1. Metode Langsung (Direct Method)
Direct artinya langsung. Direct method atau model langsung yaitu suatu cara mengajikan materi pelajaran bahasa asing di mana guru langsung menggunakan bahasa asing tersebut sebagai bahasa pengantar, dan tanpa menggunakan bahasa anak didik sedikit pun dalam mengajar. Jika ada suatu kata-kata yang sulit dimengerti oleh anak didik, maka guru dapat mengartikan dengan menggunakan alat peraga, mendemontstrasikan, menggambarkan dan lain-lain.
GOLDEN WAYS TO LEARN ENGLISH SUCCESSFULLY
People always say that learning English is very difficult. Is it? I definitely disagree with this idea. For me, learning English is very easy. How? This very short article aims at discussing some golden ways to learning English successfully. There are five main points to be discussed in this simple article. They are self-motivation, seriousness, planning to learn, and practice.








